Polisi Panggil Paksa Saksi Untuk Kasus Ahmad Dhani

Polisi Panggil Paksa Saksi Untuk Kasus Ahmad Dhani

kasus-ahmad-dhani-polisi-akan-panggil-paksa-saksi-rf1

Metrobendera.com – Polisi akan menjemput paksa saksi-saksi dalam kasus Ahmad Dhani yang diduga telah melakukan pengumpatan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu akan dilakukan apabila saksi-saksi itu mangkir sebanyak tiga kali.

“Panggilan itu seperti biasanya saja. Kalau sampai tiga kali tetap tak hadir, itu bisa dengan surat perintah membawa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).

Awi mengatakan, Polda Metro Jaya akan melakukan panggilan kedua untuk tujuh saksi kasus Ahmad Dhani yang belum diperiksa. Namun, dia belum bisa memastikan kapan surat pemanggilan kedua itu dilayangkan kepada para saksi. “Kami atur jadwalnya dahulu kapan. Nanti penyidik yang buat,” ujarnya.

Awi menyebutkan, saksi yang belum diperiksa adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, dan Panglima Komando Laskar Islam FPI Munarman. Kemudian Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Bachtiar Natsir, aktivis perempuan Ratna Sarumpaet, R Wulandari atau Mulan Jameela, dan Ahmad Dhani.

Terkait kasus Ahmad Dhani, kata Awi, polisi baru memeriksa Eggi Sudjana sebagai saksi. Kepada penyidik, Eggi mengaku mendengar apa yang diucapkan Dhani saat demo di depan Istana 4 November lalu.

“Dia menerangkan melihat dan mendengar ucapan yang bersangkutan. Kan keterangan seperti itu yang kami butuhkan dari saksi,” katanya.

Saksi-saksi lainnya yang dipanggil juga dianggap mengetahui peristiwa yang dilaporkan oleh Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Pro Jokowi (Projo) ke Polda Metro Jaya. Selanjutnya, polisi juga akan memanggil saksi ahli untuk mencari adanya unsur pidana dalam perbuatan itu.

Djarot Sebutkan Kalau FPI itu Saudara

Djarot Sebutkan Kalau FPI itu Saudara

5791906a933cd-wagub-dki-jakarta-djarot-diperiksa-bareskrim_663_382

Metrobendera.com – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat tidak mengetahui adanya ratusan personel kepolisian yang berjaga saat dia berkampanye di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

Seperti diketahui, hari ini, Kamis 24 November 2016, Djarot mendatangi Jalan K.S. Tubun II, Slipi, Jakarta Barat terkait aktivitas kampanyenya yang tak jauh dari markas Front Pembela Islam (FPI).

“Enggak ada urusan saya. Saya enggak pernah minta-minta. Untuk ini kan urusan kepolisian, saya serahkan pada kepolisian,” kata Djarot.

Mantan wali kota Blitar itu pun mengungkapkan bahwa ia tak takut berkampanye di wilayah tersebut. Seperti diketahui, ormas Islam ini kerap kali bertentangan dengan pasangannya Basuki Tjahaja Purnama karena dianggap telah menistakan agama.

“Tidak apa-apa. Lah wong teman-teman FPI saudara saya juga kok. Kami juga baik sama beliau-beliau, tidak ada masalah,” ujarnya.

Ditemui di lokasi, Kapolsek Palmerah Kompol Armunanto Hutahean menyebutkan, ada 219 personel kepolisian diturunkan terkait pengamanan aktivitas kampanye oleh calon Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

“Protap (Prosedur tetap) saja. Aman,” kata Armunanto.

Kinerja Presiden, Jokowi Cicil Utang Negara Rp.450 Triliun dalam Waktu 10 Bulan

Kinerja Presiden Jokowi Cicil Utang Negara Rp.450 Triliun dalam Waktu 10 Bulan

jari-jokowi-5809bc51d07a61fc13236055

Metrobendera.com – Hingga akhir Oktober 2016, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 3.439,78 triliun, turun tipis dibandingkan akhir September 2016, yaitu Rp 3.444,82 triliun.

Mengutip data Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Selasa (22/10), total pembayaran cicilan utang pemerintah pada Januari hingga Oktober 2016 adalah Rp 450,885 triliun, atau 93,87% dari pagu, atau yang dialokasikan di APBN.

Pembayaran pokok utang pada periode itu mencapai Rp 293,977 triliun, terdiri dari pokok pinjaman Rp 52,743 triliun atau 76,18% dari pagu APBN. Kemudian pembayaran pokok Surat Berharga Negara (SBN) Rp 241,235 triliun atau 106,67% dari pagu APBN.

Sementara untuk pembayaran bunga utang, pada periode itu adalah Rp 156,907 triliun atau 84,84% dari pagu APBN.

Pembayaran bunga pinjaman sepanjang periode itu adalah Rp 12,452 triliun (74,01% dari pagu APBN). Sementara untuk SBN, bunga yang dibayar tercatat Rp 144,455 triliun (85,93% dari pagu APBN).

Kapolri Ungkap Alasan Tidak Menahan Ahok Setelah Jadi Tersangka

Kapolri Ungkap Alasan Tidak Menahan Ahok Setelah Jadi Tersangka

509939_01502314012016_tito_karnavian

Metrobendera.com – Sebagai kelanjutan aksi 4 November 2016, pihak GNPF MUI sudah mengungkapkan rencana terkait aksi kelanjutan yang akan di gelar pada 2 Desember 2016 mendatang. Di ketahui aksi kelanjutan ini di gelar buat menuntut penahan Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapal Ahok tersebut di penjara, pasca penetapannya sebagai tersangka pada 16 November 2016 lalu. Pihak kepolisian memang tidak menahan Ahok dipenjara pasca penetapan itu. Meski begitu pihak kepolisian juga juga mempunyai alasan sendiri terkait hal itu.

Ketika bersilahturahmi ke Majelis Taklim Habib Ali bin Abdurrahman Jenderal Polisi Tito Karnavian juga pernah mengungkap berapa alasan pihak kepolisian tak menahan Ahok pasca ditetapkan menjadi tersangka. Beliau sedikit memberi pencerahan pada jamaah yang datang terkait kasus Ahok yang saat ini memang jadi sorotan beragam pihak. Tito Karnavian menjelaskan bahwa dalam melakukan penahan terhadap orang yang berstatus tersangka ada dua faktor yang bisa dipertimbangan.

Dimana faktor tersebut adalah yang bertama faktor Objektif dan faktor subjektif. Jika dilihat dari faktor objektifitas dalam kasus ahok, seluruh saksi ahli yang menjadi saksi dalam kasus dugaan penistaan agama ini tidak bulat dalam memberikan keterangan pada pihak kepolisian dimana terjadi perbedaan pendapat antar saksi ahli. Selain itu pihak penyidik pun juga tidak bulat dalam memutuskan perkara tersebut.

 

Kemudian pada sisi subjektivitas pihak kepolisian dapat melihat dari tiga faktor yakni pertama melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan. Ketiga hal tersebut sama sekali tidak dilihat oleh pihak kepolisian pada Ahok. Ia mengungkapkan bahwa Ahok selama ini cukup kooperatif dalam kasus ini terbukti Ahok selalu memenuhi setiap penggilan yang ditujukan pada dirinya. Oleh karena itu tak mungkin jika Ahok Melarikan diri ditambah lagi Ahok sedang mencalonkan diri sebagai calon gubernur kembali, dirinya akan rugi jika melarikan diri. Akan tetapi untuk mengantisipasi pihak kepolisian hanya memberi larangna untuk pergi keluar negeri.

Tak sampai disitu saja, jika dilihat Ahok juga tak akan mengulangi perbuatan yang kini menjadi perbincangan masyarakat banyak tersebut. Oleh karena itu tak heran jika akhirnya pihak kepolisian tidak menahan Ahok pasca ditetapkan tersangka. Sementara itu untuk bukti terkait kasus dugaan penistaan agama tersebut pihak Kapolri mengungkapkan bahwa telah berhasil menemukan barang bukti tersebut dimana bukti itu berupa rekaman video. Ia mengungkapkan bahwa rekaman video tersebut pun diperoleh asli bukan dari video yang diambil di Yutube atau di media sosial yang lainnya.

Buni Yani Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus Ahok

Buni Yani Resmi Di Tetapkan Sebagai Tersangka Kasus Ahok

ahok-dan-buni-yani-57fef560e2afbdd41151ba48

Metrobendera.com – Polda Metro Jaya menetapkan Buni Yani, pengunggah ulang video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu, sebagai tersangka.

Buni ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan terkait SARA.

“Hasilnya pemeriksaan konstruksi hukum pengumpulan alat bukti penyidik. Dengan bukti permulaan yang cukup, Saudara BY (Buni Yani) kita naikkan statusnya jadi tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Rabu (23/11/2016).

Awi menyampaikan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah Buni diperiksa sebagai terlapor selama lebih kurang sembilan jam. Buni mulai diperiksa sejak pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB.

“Kita sudah bisa memenuhi dari empat alat bukti. Satu keterangan saksi, dua keterangan ahli, ketiga surat, dan keempat bukti petunjuk. Karena unsur hukumnya sudah terpenuhi maka kita jadikan tersangka,” ucap dia.

 

Dalam kasus ini, Buni terancam dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Transaksi Elektronik tentang penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA.

Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Sebelumnya, Komunitas Muda Ahok Djarot (Kotak Adja) melaporkan Buni Yani ke Polda Metro Jaya.

Ketua Kotak Adja, Muannas Alaidid, mengatakan bahwa pihaknya melaporkan pemilik akun Facebook bernama Buni Yani yang diduga memprovokasi masyarakat dengan melakukan posting potongan dari video asli pidato Ahok di Kepulauan Seribu.

Dalam pidatonya itu, Ahok mengutip ayat suci.

Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres Pencegahan Korupsi

Presiden Jokowi mengeluarkan Inpres Pencegahan Korupsi

presiden-jokowi-1

Metrobendera.com – Fokus dalam aksi pencegahan pemberantasan korupsi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi yang disiapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kantor Staf Kepresidenan (KSP) dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepala KSP, Teten Masduki mengungkapkan akan ada 31 aksi yang akan dilakukan guna memperbaiki peringkat Indeks Persepsi Korupsi (IPK), Ease of Doing Business (indeks kemudahan berbisnis) dan juga indeks transparansi di Indonesia.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memaparkan aksi yang fokus pada pencegahan dan akan dilakukan di semua lini pemerintahan tersebut, adalah tindak lanjut dari Perpres Nomor 55 Tahun 2012 yang berisi strategi nasional pencegahan dan pembarantasan korupsi yang berlaku baik jangka menengah maupun jangka panjang.

“Inpres tersebut fokus hanya pada dua strategi. Strategi pertama, yaitu pencegahan dari korupsi itu sendiri karena ini bagian yang penting menurut kami yang kadang-kadang di Indonesia sering diabaikan. Kedua adalah penegakan hukum,” ungkap Bambang di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/11).

 

Kemudian, lanjutnya, dua strategi tersebut akan dijabarkan dalam tujuh fokus kegiatan yang kemudian dituangkan menjadi 23 aksi pencegahan dan delapan aksi penegakan hukum. Dengan fokus pada sektor industri ekstraktif, yaitu pertambangan. Selanjutnya, sektor infrastruktur, pola dari sektor swasta, penerimaan negara, tata niaga produk atau komoditas, BUMN, serta pengadaan barang dan jasa.

Bambang melanjutkan, fokus aksi pencegahan lebih menyasar pada perizinan penanaman modal, serta pengadaan barang dan jasa. Menurutnya, akan ditekankan bahwa setiap Kementerian/Lembaga harus punya transparansi dan akuntabilitas dalam mekanisme barang dan jasa, penyederhanaan dari proses perizinan penanaman modal.

“Terkait dengan pajak dan penerimaan negara tentunya perlu perbaikan mengenai evaluasi pertukaran data dan informasi perpajakan, membatasi transaksi tunai serta mencocokan antara data sumber daya alam dan energi dengan data base baik pajak maupun PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak) nya,” paparnya.

Sementara itu, terkait pengelolaan sumber daya alam dan ketahanan pangan, aksi pencegahan akan fokus pada tata niaga terkait ekspor dan impor komoditas pangan, serta pada transparansi pendapatan dari industri ekstraktif.

“Untuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan sektor swasta, kita dorong agar setiap perusahaan di Indonesia di mulai dari BUMN mempunyai sertifikasi antikorupsi atau ISO 37001, selain upaya menciptakan holding BUMN yang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan untuk sektor politik dan reformasi birokrasi akan didorong pada pemanfaatan whistle blowing system, pengedalian gratifikasi serta akuntabilitas dari dana hibah dan bansos (bantuan sosial).

Dari sisi penegakan hukum, ungkapnya, aksi pencegahan akan difokuskan pada mekanisme ganti kerugian dan kompensasi, serta tata kelola barang sitaan dan rampasan.

Dua Pelaku Begal di Moncongloe di Ringkus Polres Makassar

Dua Pelaku Begal di Moncongloe di Ringkus Polres Makassar

img-20161122-wa0038

Metrobendera.com – Dua orang diduga pelaku begal, Amir (36) dan Mardiman (23) serta penadah Amirullah diringkus aparat satuan Resmob Polrestabes Makassar di rumahnya masing-masing yang masih dalam satu kompleks di Perumahan Moncongloe Mas, Kecamatan Moncongloe, Maros, Selasa (22/11/2016).

Kanit Resmob Polrestabes Makassar, AKP Edi Sabhara Manggabarani yang memimpin penangkapan mengatakan, polisi terlebih dahulu mengamankan Amirullah.

 

“Kita menangkap Amirullah karena motor Mio yang diduga motor curian dikuasai dirinya. Selanjutnya, Amirullah mengaku kalau motor tersebut ia beli dari Amir seharga Rp 2,5 juta. Polisi kemudian meringkus Amir dan anak tirinya Ardiman,” ungkapnya.

Dari tangan penadah Amirullah, polisi menyita satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT warna merah. Sedangkan dari tangan Amir dan Mardiman yang tinggal serumah, polisi menyita tiga badik, sejumlah mata busur dan ketapelnya yang diduga digunakan pelaku melancarkan aksi begalnya. Tas wanita, 4 handphone juga disita dari rumah Amir.

Selain itu, beberapa sachet paket sabu-sabu lengkap dengan alap hisapnya ditemukan polisi saat penggeladahan di rumah Amir.

Saat ini, kedua pelaku dan seorang penadah tersebut sudah diamankan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengaman barang bukti yang ditemukan dilapangan guna pengembangan kasus tersebut.

Anak Boss Showroom Tewas di Yanglim Plaza Medan

Anak Boss Showroom Tewas di Yanglim Plaza Medan

 

romeo-anak-pengusaha-shoowroom-ditikam1

 

Metrobendera.com – Ditikam pengunjung Karaoke X3, Fahmi Rozi (20) warga Jalan Mustafa, Medan Timur, tewas bersimbah darah di pelataran parkir Yanglim Plaza, Jalan Logam, Medan Area, Sabtu (19/11) jam 04.00 wib.

Korban tewas akibat mengalami penikaman di dada yang mengenai jantung atau ulu hati, sehingga mengeluarkan banyak darah.

Sebelum tewas, korban sempat menelpon bapaknya untuk mengatakan dirinya ditikam orang. “Pak Aku ditikam orang,” ucap keluarga korban.

Menurut informasi, pembunuhan yang dialami anak seorang pengusaha showroom kereta ini terjadi bermula ketika korban bersama 3 rekannya sedang berkaraoke di X3.

Puas berkaraoke, korban dan kawan-kawan pun pulang. Namun saat hendak pulang, korban berpapasan dengan pelaku. Saat itulah terjadi saling senggol yang berujung pada keributan.

Saat kejadian tersebut, keduanya berhasil dilerai oleh security Yanglim Plaza. Namun, perkelahian tersebut ternyata berlanjut hingga parkiran Yanglim Plaza. Saat itu kami korban bersama temannya dan pelaku kembali terlibat cekcok hingga saling baku hantam.

Saat itulah pelaku yang berperawakan kecil ini mengeluarkan senjata dari pinggangnya dan langsung menikamkan ke dada korban. Tidak sampai situ saja, tangan korban pun menjadi sasaran kebrutalan pelaku. Usai menikam korban, pelaku melarikan diri.
Tidak sampai situ saja, tangan korban pun menjadi sasaran kebrutalan pelaku. Usai menikam korban, pelaku melarikan diri.

Korban yang bersimbah darah langsung dibawa ke RS Permata Bunda, namun dikarenakan lukanya yang parah, korban pun kembali dibawa ke RS Columbia Medan. Sesampainya di rumah sakit, korban ternyata sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan teman korban, Dika yang sempat menolong korban juga mendapat luka di lehernya, namun tidak fatal. Petugas Polsek Medan Area yang mendapat informasi langsung menuju TKP.

“Saya tidak tahu persis kejadian, namun informasinya di dalam X3, anak saya ada percekcokan dengan sesama pengunjung hingga terjadi perkelahian di atas,” ujar Pak John, orangtua korban, kepada wartawan, Sabtu (19/11) sore.

Teman korban, Dika yang mencoba membantu korban juga mengalami luka sabetan pisau di bagian leher namun tidak parah.

“Si Dikanya gak apa-apa, cuma lehernya aja yang tergores,” terang Pak John.

 Pak John menambahkan, saat kejadian korban bersama 3 temannya menaiki mobil. “Sebelum kejadian, anak saya diajak temannya naik kereta, ngakunya mau ke rumah temannya di Marelan, ternyata mereka di Marelan naik mobil ke X3,” jelasnya.

“Saya harap pelaku segera ditangkap,” tegasnya. Kapolsek Medan Area, Kompol Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut, namun identitas tersangka sudah diketahui. “Pelaku belum ketangkap, masih lidik, tapi sudah mengarah,” ujarnya singkat.

Sementara itu, menurut saksi mata, Security Yangllim Plaza, mengatakan, korban dan pelaku sempat ribut-ribut. Saat diamankan, seorang pria terjatuh dan bersimbah darah. “Aku lihat ada ribut-ribut terus aku datangi, rupanya korban sudah tertikam dan pelaku kabur,” ujar seorang sekurity yang enggan disebut namanya.

Seorang saksi mata lainnya, Putra mengatakan, sebelumnya memang sudah ada gesekan di diskotik yang berada di Yanglim Plaza tersebut antara teman korban dengan pelaku. “Awalnya sudah ribut kian di diskotik X3 tapi gak jadi berantam. Rupanya pas di luar kami ditunggu pelaku diparkiran. Nampaknya pelaku dendam dan sudah menyiapkan pisaunya,” ungkap Putra.

Saksi menambahkan, Fahmi awalnya hanya berniat melerai perkelahian namun Fahmi malah ditikam pelaku yang sudah menyiapkan pisau. Tak hanya Fahmi dua teman Fahmi pun ditikam pelaku namun beruntung dua teman Fahmi hanya luka Ringan. “Fahmi melerai tapi pelaku panas dan menikam kami. Aku lihat dari jarak dekat,” ungkap Putra. Keluarga Fahmi mengatakan akan mencari pelakunya sendiri untuk diadili. “Kalau main cara preman kami juga bisa kami akan cari sendiri kalau polisi lambat mencarinya,” ujar kerabat korban.

Dari keterangan saksi di lokasi dan keterangan orangtua korban, Pak John diketahui bahwa pelaku berciri-ciri berkulit hitam, pendek dan memiliki jenggot berewokan. Selain itu, saat beraksi pelaku telah menyiapkan senjata pisaunya yang diselipkan di pinggang pelaku. “Senjatanya pisau,” ujar Pak John Namun ternyata sebelum meninggal, korban masih sempat menghubungi abang sepupunya bahwa ia kena tikam dan dibawa ke rumah sakit. “Ketahuannya keluarga, sebelum meninggal korban masih sempat menghubungi abang sepupunya bahwa ia kena tikam dan sekarang berada di rumah sakit,” jelas Pak John kepada wartawan.

Untuk mengungkap dan menangkap pelaku kasus pembunuhan yang menimpa anak pengusaha Showroom kereta ini, petugas Satreskrim Polrestabes Medan juga membentuk satu tim untuk mengejar pelaku. “Kanit Pidum dan beberapa anggota sedang cek TKP dan berkoordinasi dengan Polsek Medan Area untuk melidik dan menangkap pelaku,” ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fahrizal melalui telepon selulernya, Sabtu (19/11) sore. Namun saat ditanya motif pembunuhan tersebut, Fahrizal enggan membeberkan kasus tersebut. “Untuk motif masih kita dalami,” ucapnya mengakhiri.