Poling Debat Cagub DKI Jakarta: Agus 23,3%, Ahok 37.3%, Anies 35.1%

Poling Debat Cagub DKI Jakarta: Agus 23,3%, Ahok 37.3%, Anies 35.1%

MetroBendera.com – ” Poling Debat Cagub DKI Jakarta: Agus 23,3%, Ahok 37.3%, Anies 35.1% ” Jakarta – Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis elektabilitas Cagub-Cawagub DKI Jakarta. Hasilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat unggul diatas Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni.

Pasangan nomor urut 2 Ahok-Djarot memimpin dengan elektabilitas 37,3 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 3 Anies-Sandiaga menempati posisi kedua dengan elektabilitas 35,14 persen.

Pasangan nomor urut 1 Agus-Sylviana di posisi buncit dengan elektabilitas 23,39 persen. Sisanya sebanyak 4,17 persen responden menyatakan tidak tahu atau undecided voters.

“Selain dengan menggunakan metode wawancara tatap muka, survei ini juga menggunakan simulasi kertas suara. Jadi ini untuk menekan angka undecided voters,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di Hotel Sofyan Betawi, Jalan Cut Mutiah, Jakarta Pusat, Sabtu (11/2/2017).

Survei digelar pada 6-10 Februari 2017 dengan metodologi multistage random sampling. Data diambil dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner . Jumlah responden dalam survei ini adalah 800 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error plus minus 3,46 persen.

Tren peningkatan elektabilitas cukup terlihat pada pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga. Sedangkan pasangan Agus Sylvi mengalami penurunan sejak survei terakhir Poltracking pada akhir Januari silam.

“Tren elektabilitas Ahok-Djarot mengalami kenaikan 7,17 persen yakni dari 30,13 persen (24-29 Januari 2017) menjadi 37,30 persen (6-10 Februari 2017). Sementara tren elektabilitas pasangan Anies-Sandiaga mengalami kenaikan 3,64 persen yakni dari 31,50 persen (24-29 Januari 2017) menjadi 35,14 persen (6-10 Februari 2017),” jelas Hanta.

“Adapun elektabilitas pasangan Agus-Sylviana mengalami penurunan 2,36 persen yakni dari 25,75 persen (24-29 Januari 2017) menjadi 23,39 persen (6-10 Februari 2017),” lanjutnya.

Pemilih Jakarta yang menyatakan tidak akan merubah pilihannya saat Pilkada 15 Februari mendatang, dalam survei ini disebut sebanyak 71,75 persen. Sedangkan yang masih akan berubah disebut sebanyak 24,11 persen. Adapun yang dapat merubah pilihan dari para pemilih galau itu salah satunya isu-isu di media sosial.

Siapapun Gubernur DKI Jakarta nanti, kita tetap harus menerima secara lapang dada walau tidak sesuai dengan harapan kita ya guys, karena pemilihan rakyat adalah pilihan terbaik dari suara terbanyak. semoga kedepannya Gubernur DKI Jakarta dapat memperbaiki lebih indah dari sebelumnya ya 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *