Leo Mualdy Christoffel Kehilangan Jam Tangan Rolex-nya di Dalam Kabin Pesawat

Leo Mualdy Christoffel Kehilangan Jam Tangan Rolex-nya di Dalam Kabin Pesawat

MetroBendera.com – ” Leo Mualdy Christoffel Kehilangan Jam Tangan Rolex-nya di Dalam Kabin Pesawat ” Lagi-lagi permasalahan tentang Maskapai Penerbangan. Kali ini Maskapai Penerbangan Qatar Airways dihukum Mahkamah Agung Republik Indonesia karena salah satu penumpangnya kehilangan barang di dalam tas yang taruhkan pada kabin pesawat.

Leo Mualdy

Penumpang ini bernama Leo Mualdy Christoffel mengaku kehilangan jam Rolex, uang USD 8.500, sejumlah dokumen, uang Rp 3,2 juta dan uang CHF 50. Dalam penerbangan itu, Leo membawa tas dan meletakkannya dalam kabin yang tidak jauh dari tempat duduknya dalam maskapai.

Penerbangan Qatar Airways ini merupakan perjalanan dari Jenewa menuju Jakarta, namun penerbangan ini ditransitkan di Doha. Ketika perjalanan penerbangan Doha ke Jakarta, Leo mengecek tasnya dan merasa kaget karena barang yang berada di dalam tasnya hilang.

Leo Mualdy langsung mengkomplain ke para kru pesawatnya namun tidak ada tanggapan dari mereka. Setelah pesawat tiba di Jakarta, langsung Leo menggugat kehilangan barang yang berada di dalam tasnya ke Badan Penyelesaian Konsumen (BPSK).

Kabar selanjutnya dari BPSK Jakarta menghukum maskapai penerbangan Qatar Airways agar membayar 50 persen dari harga barang Leo yang hilang.

Tidak diterima oleh pihak penerbangan Qatar Airways, mereka mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar). Namun hasilnya ditolak oleh para Ketua Majelis Hakim Agung.

Majelis Hakim mengatakan : “Dalam kedudukannya selaku pengusaha dalam hal ini selaku pemilik pesawat angkutan udara, walaupun secara hukum tentang pengakuan baik hukum nasional udara maupun hukum internasional dinyatakan pengusaha tidak bertanggung jawab atas kerugian karena kerusakan atau pun kehilangan barang yang diletakkan dalam Kabin pesawat, kecuali penumpang dapat membuktikan bahwa kerugian tersebut disebabkan oleh tindakan pengangkut (pengusaha) atau oleh orang yang dipekerjakannya, kecuali terhadap barang-barang yang ditempatkan pada bagasi atau yang disebut sebagai bagasi tercatat”

Wah, ini merupakan pelajaran bagi kita semua agar hati-hati dengan barangnya agar tidak hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *